PTC ( Paid To Click )




PTC ( Paid To Click )

Ada banyak sekali aktivitas bisnis yg dapat anda lakukan di internet. Kadang-kadang hanya membutuhkan sedikit kreativitas yg memungkinkan anda mendapatkan ratusan bahkan ribuan dolar dari rumah anda sendiri tanpa harus pergi ke kantor. yang terkadang justru menjengkelkan karena kemacetan yg parah.

Disini ada beberapa alternatif untuk membangun bisnis anda sendiri di rumah dgn hanya koneksi ke internet.

Pada dasarnya ada 2 macam type bisnis di internet yaitu bisnis yang dimulai dengan kita harus mengeluarkan uang untuk proses pendaftarannya dan bisnis yang tidak perlu mengeluarkan uang alias gratis. Disini kami hanya membahas bisnis yang mendapatkan dollar di internet tanpa perlu mengeluarkan uang alias gratis.

Panduan Memilih Program PTR / PTC
Amati Halaman Depannya

Kuncinya satu. Jika tawaran sepertinya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin memang tawaran tersebut terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Ingat kisah si kakek dan monyet-monyetnya kan? Salah satu moral cerita yang ada di dalamnya adalah, jangan gampang percaya dengan angka-angka yang dijabarkan di muka.

Sekarang coba gunakan logika. Ada program yang menawarkan nilai per klik iklan sebesar $100. Jika ada 10 anggota saja, maka total biaya yang harus dikeluarkan oleh pemasang iklan untuk mengirimkan iklan kepada seluruh anggota adalah $100 x 10 = $1000. Apa mungkin ada pemasang iklan yang mau mengeluarkan uang sebesar itu hanya untuk menjangkau 10 orang saja yang belum tentu berpotensi sebagai customer?

Atau yang menawarkan signup bonus sebesar $2000. Jangkankan di Indonesia, di Amrik duit 20 juta itu juga gak sedikit, guys! Apa ya ada orang yang mau memberikan uang sebanyak itu secara cuma-cuma? Itu kalau hanya satu orang yang mendaftar. Kalau 10? 50? 100?

Jadi langkah pertama gampang saja. Amati halaman depan program PTC / PTR yang bersangkutan dan gunakan nalar Anda. Masuk akal atau tidak angka-angka yang tercantum di halaman tersebut.
Amati Halaman Daftar Harga Iklannya

Kuncinya satu. Seekor ikan arwana gak mungkin dijual seharga satu ekor ikan mas koki. Ini bisnis, bung! Penjual pasti selalu ingin mendapatkan untung (secara finansial).

Sekali lagi, gunakan akal sehat Anda. Iklan seharga $1000 per klik yang ditargetkan kepada 1000 anggota seharusnya berharga $1000 x 1000 = $1,000,000. Jika ada yang menjualnya dengan harga $10 saja, bagian mana dari nilai nominal yang menjadi keuntungan pemilik program? Belum lagi biaya tambahan untuk membayar komisi referral.

Dulu pernah heboh istilah “Sustainable PTR“. Istilah ini dinobatkan kepada program-program PTR / PTC yang memiliki biaya pemasangan iklan yang masuk akal dan memungkinkan untuk bertahan (sustainable). Di sini, biaya dikatakan memenuhi aturan sustainable apalagi maksimal kerugian yang diderita oleh pemilik program untuk setiap pemasangan iklan adalah sekitar 10% (mungkin nominal ini salah, mohon maaf karena memang konsepnya sudah lama banget).

Ilustrasinya sebagai berikut :

Program PTC ABC memiliki sistem komisi referral 3 level (15% – 10% – 5%). Untuk sebuah iklan seharga $0.01 yang dikirimkan ke 1000 anggota, biaya pemasangan iklan adalah $0.01 x 1000 x (100% + 15% + 10% + 5%) = $13. Ini adalah harga dasar, dimana pemilik program tidak mendapatkan keuntungan apa-apa.

Apabila pemilik program ingin mendapatkan keuntungan sebesar 10%, maka biaya pemasangan iklan adalah $13 x (100 + 10)% = $14.3

Untuk tetap berada pada jalur sustainable, maka harga minimal iklan di atas adalah $13 x (100 – 10)% = $11.7

Kenapa meskipun secara perhitungan rugi 10% tetap bisa disebut sustainable? Karena pemilik program PTC / PTR masih dapat menutupi kerugian tersebut dari sumber pemasukan lain, seperti pemasangan iklan di situs, top sponsor, dan sebagainya.

Tenang saja, meskipun kelihatannya ribet, tapi pada prakteknya Anda tidak perlu melakukan perhitungan-perhitungan rumit tersebut. Rata-rata harga iklan yang dipatok oleh program PTC / PTR yang gak beres dapat langsung kita nilai keabsahannya dengan sekali lihat.

Jadi langkah kedua gampang saja. Amati halaman biaya pemasangan iklan program PTC / PTR yang bersangkutan dan gunakan nalar Anda. Masuk akal atau tidak angka-angka yang tercantum di halaman tersebut.
Amati Halaman TOS (Terms Of Service) nya

Amati dan perhatikan TOS program PTC / PTR, terutama pada bagian Payment. Jika tidak ada bagian Payment pada TOS, berarti gampang, program tersebut belum tentu membayar. Jika ada bagian Payment, amati satu persatu kalimatnya. Kalau perlu minta bantuan teman Anda yang pintar berbahasa Inggris untuk menerjemahkan maksudnya.

Beberapa program PTC / PTR yang tidak memenuhi syarat kedua panduan sebelumnya, masih mungkin membayar. Dengan catatan, uang yang Anda peroleh akan dikonversi terlebih dahulu dengan nilai tukar tertentu. Nilai tukar ini biasanya ditentukan oleh besarnya keuntungan yang diperoleh pemilik program serta jumlah anggota dari program tersebut. Terkadang informasi ini dicantumkan oleh pemilik program pada bagian TOS-nya. Jadi kalau earning di akun Anda menunjukkan angka $1,000,000, jangan senang dulu. Siapa tau setelah dikonversi hasilnya tinggal $1 saja.
Panduan Membangun Downline Untuk Program PTR / PTC

cara memilih program PTR/PTC yang sustainable dan kecil potensinya menjadi scam, sekarang saatnya belajar cara membangun downline. Meskipun judul artikel ini berkenaan dengan PTR/PTC, tapi saya yakin panduan ini juga bisa diterapkan untuk program-program lainnya, termasuk MLM.

Ada 2 jalur untuk membangun downline, yaitu (1) melalui komunitas, dan (2) melalui promosi / iklan. Bahasan kali ini akan lebih berfokus pada cara yang pertama, sedang untuk metode kedua akan dibahas kali waktu.

Nah secara garis besar, tehnik untuk membangun downline melalui komunitas dapat dijabarkan menjadi 4 langkah:

1. Being known or become popular

2. Become reputable

3. Recommend, not promote

4. Entertain your downline

Being known or become popular

Sederhana saja, hari gini siapa yang mau bergabung dalam program yang ditawarkan oleh orang yang tidak dikenalnya? Kecuali kalau yang bersangkutan memang berbakat jadi korban scammer, hihihi.

Cara yang paling mudah untuk menjadi ”populer”, atau setidaknya dikenal orang, adalah dengan bergabung dan aktif dalam komunitas tertentu. Forum atau blog misalnya. Tidak ada salahnya pula untuk berusaha menciptakan komunitas tersendiri, siapa tahu Anda berkali-kali ditendang dari komunitas tertentu Yang jelas tidak perlu repot-repot untuk berlatih vokal dan ikutan Indonesian Idol 2009 tahun depan.

Setelah blog Anda mulai dikenal orang, atau status Anda di forum sudah berubah dari newbie ke master (atau setidaknya intermediate [emangnya kursus bahasa inggris] ), saatnya untuk menuju ke langkah berikutnya.
Become Reputable

Langkah ini sebenarnya bersinergi dengan langkah pertama. Bukankah tidak ada gunanya jika Anda populer atau terkenal, namun dalam posisi sebagai seorang penipu misalnya. Oleh karena itu, sembari membangun komunitas (dan popularitas) Anda, bangunlah pula reputasi Anda (yang baik-baik). Dengan demikian, apabila tiba saatnya Anda memproklamirkan referral URL Anda, teman-teman Anda tidak akan langsung mengernyitkan dahi dan memandang dengan tatapan muak.

Reputasi juga dapat di-boosting secara instan pada saat langkah berikutnya diterapkan. Misalnya dengan cara mempromosikan program dengan sejujur-jujurnya, serta menunjukkan bukti penghasilan jika sudah ada.

Berpatokanlah bahwa di dunia internet, segalanya dibangun dari kepercayaan. Ini akan berjalan beriringan dengan reputasi yang Anda bangun. Dan ibarat peribahasa “Nilai setitik, rusak susu sebelanga”, sedikit saja mengkhianati kepercayaan dapat menyebabkan seluruh reputasi Anda hancur. So, be careful!
Recommend, not promote

Ini mungkin yang sepertinya masih jarang diterapkan. Saya sering melihat postingan-postingan di blog maupun forum yang sifatnya lebih mengarah ke promosi, daripada merekomendasi. Alhasil, tidak jarang informasi tersebut masuk ke otak saya dan otomatis dikategorikan sebagai spam Jadi harap maklum kalau saya jarang bergabung melalui referral URL yang dipromosikan di forum maupun blog orang lain, hehehe.

Sebenarnya ada garis yang jelas antara “mempromosikan” dan “merekomendasikan”.

* · Artikel promosi hanya menceritakan hal-hal positif mengenai program yang bersangkutan, sedang artikel rekomendasi bercerita secara adil, baik positif maupun negatif, mengenai program yang bersangkutan dari berbagai sudut pandang.
* · Artikel promosi dijejali oleh affiliate dan banner link, sedang artikel rekomendasi cukup hanya menggunakan 1-2 link affiliasi saja. Lebih baik lagi jika disertakan pula link asli (tanpa kode referral) sehingga terkesan lebih fair.
* · Artikel promosi menuliskan potensi penghasilan yang selangit, sedang artikel rekomendasi mencantumkan angka-angka yang lebih masuk akal dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan kendala yang ada.
* · Artikel promosi ditulis berdasarkan pengetahuan penulis, sedang artikel rekomendasi ditulis berdasarkan pengalaman penulis.

———————————————————————-

Jadi, mulailah merekomendasi, bukan mempromosikan.

———————————————————————-
Entertain your downline

Banyak orang mulai mengumpulkan orang dan membangun downline, namun kemudian menelantarkan mereka pada saat jalur downlinenya sudah menggembung. Padahal ini merupakan satu kesalahan fatal yang haram untuk dilakukan. Upline dapat diibaratkan sebagai seorang pemimpin barisan, dan seorang pemimpin barisan yang baik tahu bagaimana caranya untuk menjaga agar orang-orang yang mengikutinya tetap ada di dalam barisan.

Ada banyak cara untuk mengimplementasikan hal ini, namun yang paling utama adalah tunjukkan bahwa Anda menghargai referral-referral Anda. Berikan mereka semangat, reward, motivasi, kompensasi, dan lain sebagainya. Terkadang mungkin Anda harus sedikit merugi, tapi seringkali kerugian tersebut akan segera terbalas dengan keuntungan yang lebih besar.

Sebagai contoh adalah upline teman saya di program TitanClicks (aff). Saya sama sekali tidak mengenalnya karena dia bergabung melalui sebuah iklan di ClixSense. Tadi pagi, dia menerima email dari uplinenya ini (yang ternyata seorang ibu rumah tangga), yang memberitahukan bahwa ia mengadakan kontes bagi seluruh referralnya di TitanClicks. Hadiahnya lumayan, sayangnya diundi, he..he..he.

Iseng-iseng kawan saya itu mengirimkan email balik kepadanya dan bertanya berbagai macam hal, termasuk program PTR/PTC lain yang diikutinya, dan dia cukup kagum dengan jawaban-jawabannya. Alih-alih berpromosi, beliau justru memberikan link ke sebuah halaman di Squidoo yang berisikan daftar program-program PTR/PTC yang tidak membayar. Inilah yang saya sebut sebagai “merekomendasikan, bukan mempromosikan”.

Selain itu, upline tersebut juga bercerita bahwa saat ini ia telah dibayar $75 dari TitanClicks, dan sedang dalam proses untuk mendapatkan $25 berikutnya. Downlinenya? Wah, agak serem juga sih, 800 lebih katanya. Tapi setidaknya ada satu bukti lagi bahwa orang yang tahu cara membangun downline dapat dipastikan berhasil dalam bisnis PTC/PTR ini.

—————————————————-

Tips Menghemat Biaya Browsing Iklan PTR/PTC

—————————————————-

Untuk bermain di bisnis PTR/PTC kita harus pula mempertimbangkan masalah bibit, bebet, bobot biaya yang kita keluarkan, khususnya untuk pengaksesan internet alias browsing. Jika Anda memiliki koneksi internet tak terbatas tentunya hal ini bukanlah masalah, namun bagaimana apabila koneksi Anda berbasis hitungan kb (kilobyte, bukan keluarga berencana)? Bisa-bisa total nilai klik yang dihasilkan tidak sebanding dengan ongkos yang harus Anda keluarkan.

Nah, berikut ini beberapa tips untuk menghemat biaya browsing iklan-iklan PTR/PTC:

* · Gunakan browser yang mendukung tabbed browsing. Selain mempermudah, juga tidak terlalu membebani kinerja komputer Anda.
* · Matikan setting load gambar, Flash, dan media-media lain yang sekiranya tidak diperlukan. Cara ini tidak dapat digunakan di beberapa program PTC/PTC yang meminta kita untuk melakukan verifikasi dengan memcocokkan angka atau kode (biasanya berupa gambar).
* · Ini yang utama. Biasanya halaman iklan PTR/PTC terdiri dari dua frame. Frame atas menampilkan counter iklan, sedang frame di bawah menampilkan iklannya itu sendiri. Kedua frame ini ditampilkan secara berurutan, yaitu dari atas ke bawah. Namun biasanya counter baru akan berjalan setelah frame yang di bawah 100% tampil.

2 thoughts on “PTC ( Paid To Click )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s